Senin, 12 Januari 2015

MAKALAH SEMINAR AKUNTANSI KEWAJIBAN



Makalah
Seminar akuntansi
Kewajiban
Oleh
Lenni Jufniya Hirdawati
11.10.002.62201.017


Dosen :
Willy nofranita SE, M.Si, Ak


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak mengingat atau atau peraturan perundangan. Tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan perusahaan karena tindakan atau transaksi sebelumnya.
      Pengorbanan ekonomis dapat berbentuk penyerahan utang, aktifa lain jasa-jasa, atau melakukan pekerjaan tertentu.tindakan atau transaksi sebelumnya itu dapat berupa uang, barang atau jasa, diakuinya suatu beban atau kerugian.

1.2.Tujuan
Berdasaarkan uraian latar belakang di atas maka dapat disimpulkan tujuan dari makalah ini ialah untuk mengetahui apa itu kewajiban, jenis-jenis kewajiban, dan hal lainya yang berkaitan dengan kewajiban (akuntansi).


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 pengertian kewajiban
            Meurut Soemarso (2005:70) kewajiban adalah suatu tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak mengingat atau atau peraturan perundangan. Tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan perusahaan karena tindakan atau transaksi sebelumnya.
Berdasarkan PSAP 09 Kewajiban merupakan adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
.
2.2 Klasifikasi kewajiban
      Kewajiban dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yakni :
1        Kewajiban lancar / kewajiban jangka pendek
2        Kewajiban jangka panjang
Pengklasifikasian kewajiban dapat diuraikan sebagai berikut.

1  Keajiban lancar / kewajiban jangka pendek
a           Pengertian
Menurut Soemarso Kewajiban lancar/ kewajiban jangka pendek adalah kewajiban-kewajiban yang penyelesaianya harus menggunakan aktifa lancar atau pembentukan kewajiban lancar lainya.
Istilah kewajiban lancar dapa diartikan kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendatang, ini merupakan jangka waktu arbitrer yang banyak dipilih dan digunakan dalam praktik karena sesuai dengan priodeisasi akuntansi.
Kewajiban yang kemungkinan timbul
Kewajiban yang kemungkinan timbul masih tergantung pada kejadian dimasa mendatang dapat dibagi menjadi 2 yaitu  :
(a)      Jumlahnya telah pasti.
Yaitu kewajiban yang jumlah serta setatusnya telah dipastikan yang ditentukan dala perjanjian.
Contohnya : utang dagang, wesel bayar, utang bank, utang pajak penghasilan, utang obligasi dan, utang sewa jangka panjang.
(b)     Harus ditaksir.
Yaitu kewajiban yang masih belum dapat ditentukan. Walaupun demikian, kewajiban sendiri sudah pasti ada. Dalam keadaan demikian, jumlah kewajiban harus ditaksir, kewajiban yang termasuk dalam jenis ini adalah utang beban  dan untang pensiun
b      Jenis-jenis kewajiban lancar
Kewajiban lancar yang biasanya kita ketahui diantaranya :
1.    Utang Dagang
Utang dagang adalah semua utang yang tibul dari pembelian barang dagang, yang dibayar secara kredit.
Contoh pada tanggal 02 januari 2014 toko A membeli barang dagang seharga Rp 15.000.00,- pembeian dibayar secara kredit atau akan dibayar ketika barang pada tanggal 02 mei 2014  maka toko A akan mencatat transaksi diatas sebagai utang.
Dengan jurnal :
Bagi toko  A
02/01/2014  Persediaan              Rp 15.000.000,-
                                       Utang dagang                         Rp 15.000.000,-
2.    Utang Wesel
Utang wesel dapat diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang tergantung pada jangka waktu jatuh temponya.Utang dalam bentuk janji tertulis yang diklasifikasikan sebagai utang jangka pendek adalah :
1)      Utang wesel dagang
2)      Utang wesel pinjaman jangka pendek
1)      Utang wesel dagang
Utang wesel dagang adalah jumlah yang dijanjikan secara tertentu dibayar kepada pemasok barang, jasa, dan eqipmen. Umumnya. Baik jumlah yang dilunasi maupun tanggal pelunasanya telah tercantum dalam wesel. Perhitungan diperoleh apabila wesel tersebut berbunga.
Contoh : pada tanggal 1 januari 2014  perusahaan membeli barang dagang seharga Rp 5.000.000 dengan menanda tangani wesel 30 hari berbunga  12%.
Jurnal tanggal 1 januari 2014
Persediaan barang dagang   Rp 5.000.000,-
                     Utang wesel                            Rp 5.000.000,-
Jurnal tanggal 30 januari 2014
Utang wesel             Rp 5.000.000,-
Biaya bunga             Rp 50.000,-
                     Kas                              Rp 5.050.000,-
2)      Wesel pinjaman
Utang wesel kepada bank atau lembaga lainya biasanya timbul karena transaksi peminjaman uang. Apabila wesel tersebut berbungan, disajikan dalam nneraca sebesar nominalnya dan diperlukan pengakuan biaya bunga pada setiap akhir periode untuk disajikan dalam laporan rugi-laba.
Jika wesel yangditerbitkan untuk peminjaman uang tidak berbunga, bank akan memotong (mengenakan diskon) sejumlah tertentu dari jumlah uang yang dipinjam dan menyerahkan jumlah seelah dipotong kepada peminjam.
Contoh :
PT Nita pada tanggal 1 oktober membuat wesel tidak berbunga Rp 1.000.000 berjangka satu tahun yang di diskontokan dengan tingkat 9% kepada bank amerta.
Dari transaksi tersebut PT nita hanya memperoleh Rp 910.000 (Rp1.000.000-(9% x 1.000.000)) unt5uk membayar Rp 1.000.000 dua belas bulan untuk masa yang akan datang, sehingga tingkat bunga yang efektif pinjaman tersebut adalah 9.98% tidak sebesar yang di tetapkan 9%
Jurnal tanggal 1 Oktober
Kas                                       Rp 910.000
Diskonto utang wesel          Rp 190.000
                     Utang wesel                Rp 1.000.000
Diskonto utang wesel harus diamortisasi sebagai biaya bunga selama wesel. Saldo diskonto yang belum diamortisasi sebagai pengurang utang wesel. Pada contoh : tersebut, amortisasi diskonto dengan garis lurus perbulan Rp 7.500,- yang setiap akhir bulan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Beban bunga            Rp 7.500
                     Diskonto utang wesel             Rp 7.500
Neraca tanggal 31 desember akan menunjukkan sebagai berikut :
Utang lancar
Utang wesel                                                 Rp 1.000.000
Diskonto utang wesel                      Rp(67.500)
RP 932.500
*Rp 90.000-(Rp 7.500 x 3 ) = Rp 67.500
Biaya bunga sebesar Rp 22.500 ( Rp 7.500 x 3 bulan) disajikan dalam laporan laba rugi.
3.    Utang beban
Adalah keharusan untuk mengakui adanya biaya yang sudah dinikmati dalam suatu priode, tetapi belum dibayar.
Contoh beban gaji yang belum dibayar


4.    Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Bagian Utang jangka panjang yang segera jatuh tempo dalam 12 bulan setelah tanggal neraca. Bagian dari utang obligasi, utang hipotik, dan jenis-jenis utang jangka panjang lainya, yang akan jatuh tempo dalam tahun fiskal berikutnya harus dilaporkan sebagai utang lancar dikecualikan dari ketentuan tersebut, jika utang yang akan jatuh tempo tersebut. Utang ini Di dalam neraca dikelompokkan dalam Utang Lain-lain.
5.    Utang pajak
Utang yang timbul berdasarkan ketentuan perpajakan, misalnya pajak penghasilan perusahaan yang kurang bayar, pajak penjualan yang belum disetor, pajak karyawan yang belum disetor, pajak bumi dan bangunan yang belum disetor, dll

6.    Utang jamina
Utang jaminan ialah uang yang diterima perusahaan sebagai jaminan aktiva atau kegiatan yang dipercayakan kepada pelanggan. Misalnya seseorang yang membeli minuman dalam botol harus memberikan uang untuk jaminan botol.
c                Penilaian kewajiban lancar
Secara teoritis, utang harus diukur sebesar nilai sekarang pengeluaran kas dimasa yang akan datang yang dibutuhkan untuk melunasinya. Dalam praktik, utang lancar biasanya dicatat dan dilaporkan sebesar nilai nominalnya, dengan alasanya karena utang lancar hanya melibatkan jangka waktu yang pendek (kurang dari satu tahun ) maka tidak ada perbedaan yang besar antara lain sekarang utang lancar dengan nilai jatuh temponya

2                Kewajiban jangka panjang
Adalah semua kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu periode akuntansi, yang akan dilunasi dengan menggunakan sumber-sumber yang bukan digolongkan sebagai aktiva lancar.
Utang jangka panjang ini, umumnya dibutuhkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam merealisasikan rencana-rencana strategis perusahaan, misalnya ; penambahan modal kerja permanent, pembelian mesin-mesin atau aktiva tetap baru, perluasan pabrik, akuisisi, afiliasi, pelunasan utang jangka panjang lain yang segera jatuh tempo, dll.
2.1       Utang jangka panjang, dapat berupa :
a.       Utang Obligasi (Bond Payable)
b.      Utang Hipotik (Mortgage Notes Payable)            suatu jenis pinjaman (utang) jangka panjang dengan jaminan benda-bemda tidak bergerak
  1. UTANG OBLIGASI
adalah surat utang yang berisikan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada waktu yang telah ditentukan dan disertai dengan pembayaran bunga secara berkal dengan jumlah yang telah ditentukan
Keuntungan-keuntungan mengeluarkan obligasi :
1.      Pemegang obligasi (bondholders) tidak dapat mengatur jalannya perusahaan
2.      Biaya bunga yang dikeluarkan relatif lebih kecil dari bunga saham
3.      Biaya bunga dapat digunakan untuk mengurangi laba sebelum pajak.
  1. Kerugian-kerugian apabila mengeluarkan obligasi :
1.      Biaya bunga akan menjadi beban tetap bagi perusahaan pertahunnya
2.      Obligasi memiliki hak untuk melikuidasi perusahaan
Jenis-jenis obligasi :
(a)    Berdasarkan waktu jatuh tempo   :
·                                                               Obligasi Biasa (Term Obligasi)
·                                                               Obligasi Berseri (Serial Bond)
(b)   Berdasarkan Jaminan        :
·         Obligasi yang dijamin (Secured Bond)
·         Obligasi yang tidak diberi jaminan (Unsecured Bond)
(c)    Berdasarkan Bentuk         :
·         Obligasi atas nama (Registered Bond)
·         Obligasi atas tunjuk (Beaner / Coupon Bond)
(d)   Berdasarkan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham :
·         Obligasi yang dapat ditukar dengan saham (Convertible Bond)
·         Obligasi yang tidak dapat ditukar dengan saham (Callable Bond)
  1. Metode Pencatatan Obligasi
Utang obligasi haris dicatat sebesar nilai nominal dari obligasi itu sendiri.
Aturan penempatan obligasi perusahaan :

1.      Tunai
harga penempatan obligasi dapat ditentukan berdasarkan kurs yang berlaku atau  berdasarkan tingkat bunga efektif rata-rata yang diinginkan oleh investor
2.      Ditukar dengan aktiva tetap / surat berharga lain
harga penempatan obligasi berdasarkan harga pasar obilgasi perusahan tersebut.  Apabila harga pasarnya tidak diketahui, maka harga penempatan obligasi berdasarkan pada harga pasar atau harga taksiran aktiva tetap / surat berharga lain yang diperoleh.
3.      Penempatan obligasi melalui pemesanan
Metode pencatatan obligasi :
1)      Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang terjual
            Neraca hanya menginformasikan besarnya Utang Obligasi pada suatu saat tertentu
            saja
2)      Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang diotorisasikan / diterbitkan.
            Neraca mampu memberikan informasi tentang :
a.       Besarnya nilai obligasi yang diterbitkan
b.      Besarnya nilai obligasi yang belum terjual
c.       Besarnya Utang Obligasi pada saat itu
d.                                                                        Prosedur Amortisasi Premium dan Diskon Obligasi
Premium Obligasi        : selisih lebih antara hasil bersih penempatan obligasi dengan nilai                                          nominalnya.
Diskon Obligasi          : selisih kurang antara hasil bersih penempatan obligasi dengan                                               nilai nominalnya.
Metode Amortisasi Premium atau Diskon Obligasi :
1.      Metode Garis Lurus
2.      Metode Bunga Efektif Rata-rata
Pencatatan Utang Obligasi (pencatatan selama masa obligasi)
1)      Jurnal transaksi penerbitan obligasi
2)      Jurnal transaksi pembayaran bunga obligasi
3)      Jurnal penyesuaian setiap akhir periode akutansi, yang terdiri dari :
·         Jurnal penyesuaian terkait dengan beban bunga obligasi yang belum dibayar
·         Jurnal penyesuaian terkait dengan amortisasi premium atau diskon obligasi
·         Jurnal pembalikan setiap awal periode berikutnya
·         Jurnal transaksi pelunasan obligasi
Penarikan Obligasi sebelum tanggal jatuh tempo
Alasan :
1)            Penarikan obligasi dengan tujuan sebagai pelunasan obligasi
2)            Penarikan obligasi dengan tujuan untuk mempengaruhi harga pasar obligasi dan atau untuk mengurangi beban utang jangka panjang untuk sementara waktu.  Obligasi ini akan dijual kembali pada saat yang tepat.
b. OBLIGASI KONVERSI
            adalah obligasi yang sejak awal diterbitkannya,dinyatakan sebagai obligasi yang suatu saat dapat ditukar dengan saham biasa perusahaan.
Pendekatan akuntansi atas obligasi konversi :
1.      Transaksi konversi obligasi diperlakukan sebagai transaksi pelunasan obligasi dengan menggunakan saham sebagai alat pembayarannya.
2.      Transaksi konversi obligasi diperlakukan sebagai transaksi penempatan saham (modal saham), sedangkan obligasi yang diterima kembali diperlakukan sebagai alat pembayar yang diterima.
Contoh pada tanggal 1 desember 200A PT perkasa mengeluarkan obligasi sebanyak 10 lembar dengan nilai nominal Rp 10.000,- per lembar. Obligasi ini berjangka waktu 5 tahun dengan tingkat bbunga kupon 16% setahun bunga dibayar 1 tahun sekali setiap tanggal 1 desember. Anggaplah juga bahwa obligasi tersebut dijual pada nilai nominalnya. Harga jual obligasi pada umumnya dinyatakan pada kurs yang dinyatakan dengan persentase terhadap nilai nominal dalam contoh di atas obligasi dijual dalam kurs 100 artinya 100% dari nilai nominal
            Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat saat obligasi beredar
Bank                            RP 100.000,-
            Utang obligasi                         Rp 100.000,-
1 des 200A mencatat pembayaran bunga
            Beban bunga               Rp 16.000,-
                        Bank                                        Rp 16.000,-
31 des 200A jurnal penyesuain
      Beban bunga               RP 1.333,33
                  Utang bunga                           Rp 1.333,33
Cara perhitungann

Bunga = nilai nominal x tingkat bunga tahunan x masa bunga
                                                                                Masa satu tahun
             = Rp 100.000x 16% x 30
                                                 360
             = Rp 1.333,33

b.   utang hipotik
     adalah pinjaman jangka panjang yang disertai dengan jaminan tidak tetap tidak bergerak  (misalnya tanah dan bangunan)
pinjaman hipotik biasanya di iringi dengan ansuran yang disertai dengan bunga pencatatan nya yaitu :
a.                                                                            Pada saat menerima pinjaman
Kas      ....................................xxx
                        Utang hipotik ..............................xxx
b.                                                                            Pada saat membayar bunga
Beban bunga.............................xxx
                        Kas..............................................xxx
c.                                                                             Pada saat membayar angsuran
Utang hipotik.......................xxx
            Kas ..........................................xxx


d.                                                                            Pada akhir priode (31/12) dengan jurnal penyesuaian
1.      Untuk bunga berjalan
2.      Untuk bagian hipotik yang akan dibayar kurang dalam satu tahun pada priode berikutnya. Utang hipoti akan masuk dalam utang jangka pendek. Dengan jurnal
Utang .........................xxx
            Angsuran hipotik terutang...............xxx
Pada saat pembayaran berikutnya
Kas........................xxx
            Utang hipotik................xxx
Contoh soal
Pada tanggal 1 januari 2007 PT kara jaya mendapatkan pinjaman hipotik dari bank niaga sebesar Rp 80.000.000,- dengan tingkat bunga 12 % yang akan dibayar seriap 1 maret dan 1 september selama 4 tahun dengan jaminan rumah dan tanah senilai Rp 100.000.000,- hipotik diangsur setiap tanggal 1 agustus mulai tanggal 1 agustus 2008 dengan angsuran Rp20.000.000,-
Pembahasan :
1 maret 2007   Kas                              Rp80.000.000
                                    Utang hiporik                          Rp 80.000.000,-
                       
Beban bungan                         Rp 1.600.000
                                                            Kas                              Rp 1.600.000
1 september 2007        beban bunga                            Rp 4.800.000,-
                                                            Kas                              Rp 4.800.000,-
31 des 2007 jurnal penyesuaianya
                                    Beban bunga                           Rp 3.200.000
                                                Utang bunga                                       Rp 3.200.000
                        Utang hipotik                          Rp 20.000.000
                            Angsuran hipotik terutang                          Rp 20.000.000
31 des 2007 jurnal penutup
                                    Iktisar laba rugi                       Rp 9.600.000
                                                Beban bunga                                       Rp 9.600..000
1 januari 2008 Jurnal balik
                                    Utang bunga                           Rp 3.200.000
                                                Beban bunga                                       Rp3.200.000
1 maret 2008               beban bunga                            RP 4.800.000
                                                Kas                                                      Rp 4.800.000

1 agustus 2008                        angsuran hipotik terutang       Rp 20.000.000
                                                            Kas                                                      Rp 20.000.000
1 september 2008                    beban bunga                            Rp 4.600.000,-
                                                            Kas                                                      Rp 4.600.000,-
31 desember 2008 jurnal penyesuaian
                                                Beban bunga                           Rp 2.400.000,-
                                                            Utang bunga                                       Rp 2.400.000,-
31 desember 2008                   utang hipotik                           Rp 20.000.00,-
                                                            Angsuran hipotik terutang                  Rp 20.000.000,-

BAB III
KESIMPULAN
3.1                                                                                                                                                              Kesimpulan
            Berdasarkan uraian diatas kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan diatas  alah Kewajiban merupakan  Pengorbanan ekonomis dapat berbentuk penyerahan utang, aktifa lain jasa-jasa, atau melakukan pekerjaan tertentu.tindakan atau transaksi sebelumnya itu dapat berupa uang, barang atau jasa, diakuinya suatu beban atau kerugian.
kewajiban jangka pendek adalah kewajiban-kewajiban yang penyelesaianya harus menggunakan aktifa lancar atau pembentukan kewajiban lancar lainya. Sedangkan kecajiban jangka panjang ialah Adalah semua kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu periode akuntansi, yang akan dilunasi dengan menggunakan sumber-sumber yang bukan digolongkan sebagai aktiva lancar. Utang jangka panjang ini, umumnya dibutuhkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam merealisasikan rencana-rencana strategis perusahaan, misalnya ; penambahan modal kerja permanent, pembelian mesin-mesin atau aktiva tetap baru, perluasan pabrik, akuisisi, afiliasi, pelunasan utang jangka panjang lain yang segera jatuh tempo, dll.

3.2          Saran
Semoga makalah ini dapat membantu bagi pembaca dan dapat memahami apa itu kewajiban dan dapat menggunakan makalah ini sebagai mana mestinya.
Selain itu pemakalah membukakan tangan nya untuk menerima kritik dan saran dari pembaca, guna mencapai kesempurnaan makalah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar