Makalah
Seminar
akuntansi
Kewajiban
logo
Oleh
Lenni
Jufniya Hirdawati
11.10.002.62201.017
Dosen
:
Willy
nofranita SE, M.Si, Ak
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT
FAKULTAS
EKONOMI
AKUNTANSI
2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum
sebagai konsekuensi dari kontrak mengingat atau atau peraturan perundangan.
Tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu pengorbanan
ekonomis yang harus dilakukan perusahaan karena tindakan atau transaksi
sebelumnya.
Pengorbanan ekonomis dapat berbentuk
penyerahan utang, aktifa lain jasa-jasa, atau melakukan pekerjaan
tertentu.tindakan atau transaksi sebelumnya itu dapat berupa uang, barang atau
jasa, diakuinya suatu beban atau kerugian.
1.2.Tujuan
Berdasaarkan
uraian latar belakang di atas maka dapat disimpulkan tujuan dari makalah ini
ialah untuk mengetahui apa itu kewajiban, jenis-jenis kewajiban, dan hal lainya
yang berkaitan dengan kewajiban (akuntansi).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 pengertian
kewajiban
Meurut Soemarso (2005:70) kewajiban
adalah suatu tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu
dengan cara tertentu. Kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai
konsekuensi dari kontrak mengingat atau atau peraturan perundangan. Tugas atau
tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu pengorbanan ekonomis yang
harus dilakukan perusahaan karena tindakan atau transaksi sebelumnya.
Berdasarkan
PSAP 09 Kewajiban merupakan adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu
yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
.
2.2 Klasifikasi kewajiban
Kewajiban dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yakni :
1
Kewajiban lancar
/ kewajiban jangka pendek
2
Kewajiban jangka
panjang
Pengklasifikasian
kewajiban dapat diuraikan sebagai berikut.
1 Keajiban lancar / kewajiban jangka pendek
a
Pengertian
Menurut
Soemarso Kewajiban lancar/ kewajiban jangka pendek adalah kewajiban-kewajiban
yang penyelesaianya harus menggunakan aktifa lancar atau pembentukan kewajiban
lancar lainya.
Istilah
kewajiban lancar dapa diartikan kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun mendatang, ini merupakan jangka waktu arbitrer yang banyak
dipilih dan digunakan dalam praktik karena sesuai dengan priodeisasi akuntansi.
Kewajiban yang
kemungkinan timbul
Kewajiban
yang kemungkinan timbul masih tergantung pada kejadian dimasa mendatang dapat
dibagi menjadi 2 yaitu :
(a) Jumlahnya
telah pasti.
Yaitu kewajiban yang
jumlah serta setatusnya telah dipastikan yang ditentukan dala perjanjian.
Contohnya : utang
dagang, wesel bayar, utang bank, utang pajak penghasilan, utang obligasi dan,
utang sewa jangka panjang.
(b) Harus
ditaksir.
Yaitu kewajiban yang
masih belum dapat ditentukan. Walaupun demikian, kewajiban sendiri sudah pasti
ada. Dalam keadaan demikian, jumlah kewajiban harus ditaksir, kewajiban yang
termasuk dalam jenis ini adalah utang beban
dan untang pensiun
b Jenis-jenis
kewajiban lancar
Kewajiban lancar yang
biasanya kita ketahui diantaranya :
1. Utang
Dagang
Utang dagang adalah
semua utang yang tibul dari pembelian barang dagang, yang dibayar secara
kredit.
Contoh pada tanggal 02
januari 2014 toko A membeli barang dagang seharga Rp 15.000.00,- pembeian
dibayar secara kredit atau akan dibayar ketika barang pada tanggal 02 mei 2014 maka toko A akan mencatat transaksi diatas
sebagai utang.
Dengan jurnal :
Bagi toko A
02/01/2014 Persediaan Rp
15.000.000,-
Utang dagang Rp 15.000.000,-
2. Utang
Wesel
Utang wesel dapat
diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang tergantung pada jangka waktu
jatuh temponya.Utang dalam bentuk janji tertulis yang diklasifikasikan sebagai
utang jangka pendek adalah :
1) Utang
wesel dagang
2) Utang
wesel pinjaman jangka pendek
1) Utang
wesel dagang
Utang wesel dagang
adalah jumlah yang dijanjikan secara tertentu dibayar kepada pemasok barang,
jasa, dan eqipmen. Umumnya. Baik jumlah yang dilunasi maupun tanggal
pelunasanya telah tercantum dalam wesel. Perhitungan diperoleh apabila wesel
tersebut berbunga.
Contoh : pada tanggal 1
januari 2014 perusahaan membeli barang
dagang seharga Rp 5.000.000 dengan menanda tangani wesel 30 hari berbunga 12%.
Jurnal tanggal 1
januari 2014
Persediaan barang
dagang Rp 5.000.000,-
Utang wesel Rp
5.000.000,-
Jurnal
tanggal 30 januari 2014
Utang wesel Rp 5.000.000,-
Biaya bunga Rp 50.000,-
Kas Rp
5.050.000,-
2) Wesel
pinjaman
Utang wesel kepada bank
atau lembaga lainya biasanya timbul karena transaksi peminjaman uang. Apabila
wesel tersebut berbungan, disajikan dalam nneraca sebesar nominalnya dan
diperlukan pengakuan biaya bunga pada setiap akhir periode untuk disajikan
dalam laporan rugi-laba.
Jika wesel
yangditerbitkan untuk peminjaman uang tidak berbunga, bank akan memotong
(mengenakan diskon) sejumlah tertentu dari jumlah uang yang dipinjam dan
menyerahkan jumlah seelah dipotong kepada peminjam.
Contoh :
PT Nita pada tanggal 1
oktober membuat wesel tidak berbunga Rp 1.000.000 berjangka satu tahun yang di
diskontokan dengan tingkat 9% kepada bank amerta.
Dari transaksi tersebut
PT nita hanya memperoleh Rp 910.000 (Rp1.000.000-(9% x 1.000.000)) unt5uk
membayar Rp 1.000.000 dua belas bulan untuk masa yang akan datang, sehingga
tingkat bunga yang efektif pinjaman tersebut adalah 9.98% tidak sebesar yang di
tetapkan 9%
Jurnal
tanggal 1 Oktober
Kas Rp
910.000
Diskonto utang wesel Rp 190.000
Utang wesel Rp
1.000.000
Diskonto utang wesel
harus diamortisasi sebagai biaya bunga selama wesel. Saldo diskonto yang belum
diamortisasi sebagai pengurang utang wesel. Pada contoh : tersebut, amortisasi
diskonto dengan garis lurus perbulan Rp 7.500,- yang setiap akhir bulan dicatat
dengan jurnal sebagai berikut :
Beban bunga Rp 7.500
Diskonto utang wesel Rp 7.500
Neraca tanggal 31
desember akan menunjukkan sebagai berikut :
Utang lancar
Utang wesel Rp
1.000.000
Diskonto utang wesel Rp(67.500)
RP 932.500
*Rp 90.000-(Rp 7.500 x
3 ) = Rp 67.500
Biaya bunga sebesar Rp
22.500 ( Rp 7.500 x 3 bulan) disajikan dalam laporan laba rugi.
3. Utang
beban
Adalah keharusan untuk
mengakui adanya biaya yang sudah dinikmati dalam suatu priode, tetapi belum
dibayar.
Contoh beban gaji yang
belum dibayar
4. Bagian
utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Bagian Utang jangka
panjang yang segera jatuh tempo dalam 12 bulan setelah tanggal neraca. Bagian
dari utang obligasi, utang hipotik, dan jenis-jenis utang jangka panjang
lainya, yang akan jatuh tempo dalam tahun fiskal berikutnya harus dilaporkan
sebagai utang lancar dikecualikan dari ketentuan tersebut, jika utang yang akan
jatuh tempo tersebut. Utang ini Di dalam neraca dikelompokkan dalam Utang
Lain-lain.
5. Utang
pajak
Utang yang timbul
berdasarkan ketentuan perpajakan, misalnya pajak penghasilan perusahaan yang
kurang bayar, pajak penjualan yang belum disetor, pajak karyawan yang belum
disetor, pajak bumi dan bangunan yang belum disetor, dll
6. Utang
jamina
Utang jaminan ialah
uang yang diterima perusahaan sebagai jaminan aktiva atau kegiatan yang
dipercayakan kepada pelanggan. Misalnya seseorang yang membeli minuman dalam
botol harus memberikan uang untuk jaminan botol.
c
Penilaian
kewajiban lancar
Secara teoritis, utang
harus diukur sebesar nilai sekarang pengeluaran kas dimasa yang akan datang
yang dibutuhkan untuk melunasinya. Dalam praktik, utang lancar biasanya dicatat
dan dilaporkan sebesar nilai nominalnya, dengan alasanya karena utang lancar
hanya melibatkan jangka waktu yang pendek (kurang dari satu tahun ) maka tidak
ada perbedaan yang besar antara lain sekarang utang lancar dengan nilai jatuh
temponya
2
Kewajiban jangka panjang
Adalah semua kewajiban perusahaan
yang jatuh temponya lebih dari satu periode akuntansi, yang akan dilunasi
dengan menggunakan sumber-sumber yang bukan digolongkan sebagai aktiva lancar.
Utang
jangka panjang ini, umumnya dibutuhkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
dana dalam merealisasikan rencana-rencana strategis perusahaan, misalnya ;
penambahan modal kerja permanent, pembelian mesin-mesin atau aktiva tetap baru,
perluasan pabrik, akuisisi, afiliasi, pelunasan utang jangka panjang lain yang
segera jatuh tempo, dll.
2.1 Utang jangka panjang, dapat berupa :
a.
Utang Obligasi (Bond
Payable)
b.
Utang
Hipotik (Mortgage Notes Payable) suatu jenis pinjaman (utang) jangka
panjang dengan jaminan benda-bemda tidak bergerak
- UTANG OBLIGASI
adalah surat utang yang berisikan janji tertulis untuk
membayar sejumlah uang pada waktu yang telah ditentukan dan disertai dengan
pembayaran bunga secara berkal dengan jumlah yang telah ditentukan
Keuntungan-keuntungan
mengeluarkan obligasi :
1.
Pemegang obligasi (bondholders)
tidak dapat mengatur jalannya perusahaan
2.
Biaya bunga yang dikeluarkan relatif lebih kecil dari
bunga saham
3.
Biaya bunga dapat digunakan untuk mengurangi laba sebelum
pajak.
- Kerugian-kerugian apabila mengeluarkan obligasi :
1.
Biaya bunga akan menjadi beban tetap bagi perusahaan
pertahunnya
2.
Obligasi memiliki hak untuk melikuidasi perusahaan
Jenis-jenis obligasi :
(a)
Berdasarkan waktu jatuh tempo :
·
Obligasi Biasa (Term
Obligasi)
·
Obligasi Berseri (Serial
Bond)
(b)
Berdasarkan Jaminan :
·
Obligasi yang
dijamin (Secured Bond)
·
Obligasi yang
tidak diberi jaminan (Unsecured Bond)
(c)
Berdasarkan Bentuk :
·
Obligasi atas nama (Registered
Bond)
·
Obligasi atas
tunjuk (Beaner / Coupon Bond)
(d)
Berdasarkan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham :
·
Obligasi yang dapat ditukar dengan saham (Convertible Bond)
·
Obligasi yang tidak dapat ditukar dengan saham (Callable Bond)
- Metode Pencatatan Obligasi
Utang obligasi haris dicatat sebesar nilai nominal dari
obligasi itu sendiri.
Aturan
penempatan obligasi perusahaan :
1.
Tunai
harga penempatan obligasi dapat ditentukan berdasarkan
kurs yang berlaku atau berdasarkan
tingkat bunga efektif rata-rata yang diinginkan oleh investor
2.
Ditukar dengan aktiva tetap / surat berharga lain
harga penempatan obligasi berdasarkan harga pasar
obilgasi perusahan tersebut. Apabila
harga pasarnya tidak diketahui, maka harga penempatan obligasi berdasarkan pada
harga pasar atau harga taksiran aktiva tetap / surat berharga lain yang
diperoleh.
3.
Penempatan obligasi melalui pemesanan
Metode
pencatatan obligasi :
1)
Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi
yang terjual
Neraca
hanya menginformasikan besarnya Utang Obligasi pada suatu saat tertentu
saja
2)
Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi
yang diotorisasikan / diterbitkan.
Neraca
mampu memberikan informasi tentang :
a.
Besarnya nilai obligasi yang diterbitkan
b.
Besarnya nilai obligasi yang belum terjual
c.
Besarnya Utang Obligasi pada saat itu
d.
Prosedur Amortisasi Premium dan Diskon Obligasi
Premium Obligasi :
selisih lebih antara hasil bersih penempatan obligasi dengan nilai nominalnya.
Diskon Obligasi : selisih kurang antara hasil bersih
penempatan obligasi dengan nilai nominalnya.
Metode
Amortisasi Premium atau Diskon Obligasi :
1.
Metode Garis Lurus
2.
Metode Bunga Efektif Rata-rata
Pencatatan Utang Obligasi (pencatatan selama masa
obligasi)
1)
Jurnal transaksi penerbitan obligasi
2)
Jurnal transaksi pembayaran bunga obligasi
3)
Jurnal penyesuaian setiap akhir periode akutansi, yang
terdiri dari :
·
Jurnal penyesuaian terkait dengan beban bunga obligasi
yang belum dibayar
·
Jurnal penyesuaian terkait dengan amortisasi premium atau
diskon obligasi
·
Jurnal pembalikan setiap awal periode berikutnya
·
Jurnal transaksi pelunasan obligasi
Penarikan Obligasi sebelum tanggal jatuh tempo
Alasan
:
1)
Penarikan obligasi dengan tujuan sebagai pelunasan
obligasi
2)
Penarikan obligasi dengan tujuan untuk mempengaruhi harga
pasar obligasi dan atau untuk mengurangi beban utang jangka panjang untuk
sementara waktu. Obligasi ini akan
dijual kembali pada saat yang tepat.
b.
OBLIGASI KONVERSI
adalah
obligasi yang sejak awal diterbitkannya,dinyatakan sebagai obligasi yang suatu
saat dapat ditukar dengan saham biasa perusahaan.
Pendekatan akuntansi atas
obligasi konversi :
1.
Transaksi konversi obligasi diperlakukan sebagai
transaksi pelunasan obligasi dengan menggunakan saham sebagai alat
pembayarannya.
2.
Transaksi konversi obligasi diperlakukan sebagai
transaksi penempatan saham (modal saham), sedangkan obligasi yang diterima
kembali diperlakukan sebagai alat pembayar yang diterima.
Contoh pada tanggal 1 desember 200A PT
perkasa mengeluarkan obligasi sebanyak 10 lembar dengan nilai nominal Rp
10.000,- per lembar. Obligasi ini berjangka waktu 5 tahun dengan tingkat bbunga
kupon 16% setahun bunga dibayar 1 tahun sekali setiap tanggal 1 desember.
Anggaplah juga bahwa obligasi tersebut dijual pada nilai nominalnya. Harga jual
obligasi pada umumnya dinyatakan pada kurs yang dinyatakan dengan persentase
terhadap nilai nominal dalam contoh di atas obligasi dijual dalam kurs 100
artinya 100% dari nilai nominal
Ayat
jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat saat obligasi beredar
Bank RP 100.000,-
Utang obligasi Rp
100.000,-
1 des 200A mencatat pembayaran bunga
Beban
bunga Rp 16.000,-
Bank
Rp
16.000,-
31
des 200A jurnal penyesuain
Beban bunga RP 1.333,33
Utang bunga Rp 1.333,33
Cara
perhitungann
Bunga = nilai
nominal x tingkat bunga tahunan x masa bunga
= Rp 100.000x 16% x 30
360
=
Rp 1.333,33
b. utang hipotik
adalah pinjaman jangka panjang yang disertai
dengan jaminan tidak tetap tidak bergerak
(misalnya tanah dan bangunan)
pinjaman
hipotik biasanya di iringi dengan ansuran yang disertai dengan bunga pencatatan
nya yaitu :
a.
Pada saat
menerima pinjaman
Kas ....................................xxx
Utang
hipotik ..............................xxx
b.
Pada saat
membayar bunga
Beban
bunga.............................xxx
Kas..............................................xxx
c.
Pada saat
membayar angsuran
Utang
hipotik.......................xxx
Kas ..........................................xxx
d.
Pada akhir
priode (31/12) dengan jurnal penyesuaian
1. Untuk
bunga berjalan
2. Untuk
bagian hipotik yang akan dibayar kurang dalam satu tahun pada priode
berikutnya. Utang hipoti akan masuk dalam utang jangka pendek. Dengan jurnal
Utang
.........................xxx
Angsuran hipotik
terutang...............xxx
Pada
saat pembayaran berikutnya
Kas........................xxx
Utang hipotik................xxx
Contoh
soal
Pada
tanggal 1 januari 2007 PT kara jaya mendapatkan pinjaman hipotik dari bank
niaga sebesar Rp 80.000.000,- dengan tingkat bunga 12 % yang akan dibayar
seriap 1 maret dan 1 september selama 4 tahun dengan jaminan rumah dan tanah
senilai Rp 100.000.000,- hipotik diangsur setiap tanggal 1 agustus mulai
tanggal 1 agustus 2008 dengan angsuran Rp20.000.000,-
Pembahasan
:
1
maret 2007 Kas Rp80.000.000
Utang
hiporik Rp
80.000.000,-
Beban bungan Rp 1.600.000
Kas Rp 1.600.000
1
september 2007 beban bunga Rp 4.800.000,-
Kas Rp 4.800.000,-
31
des 2007 jurnal penyesuaianya
Beban bunga Rp 3.200.000
Utang
bunga Rp
3.200.000
Utang hipotik Rp 20.000.000
Angsuran hipotik terutang Rp 20.000.000
31
des 2007 jurnal penutup
Iktisar laba
rugi Rp 9.600.000
Beban
bunga Rp
9.600..000
1
januari 2008 Jurnal balik
Utang bunga Rp 3.200.000
Beban
bunga Rp3.200.000
1
maret 2008 beban bunga RP 4.800.000
Kas Rp
4.800.000
1
agustus 2008 angsuran
hipotik terutang Rp 20.000.000
Kas Rp
20.000.000
1
september 2008 beban
bunga Rp
4.600.000,-
Kas Rp
4.600.000,-
31
desember 2008 jurnal penyesuaian
Beban
bunga Rp
2.400.000,-
Utang
bunga Rp
2.400.000,-
31
desember 2008 utang
hipotik Rp
20.000.00,-
Angsuran
hipotik terutang Rp
20.000.000,-
BAB III
KESIMPULAN
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas kesimpulan
yang dapat ditarik dari pembahasan diatas
alah Kewajiban merupakan Pengorbanan
ekonomis dapat berbentuk penyerahan utang, aktifa lain jasa-jasa, atau
melakukan pekerjaan tertentu.tindakan atau transaksi sebelumnya itu dapat
berupa uang, barang atau jasa, diakuinya suatu beban atau kerugian.
kewajiban jangka pendek adalah
kewajiban-kewajiban yang penyelesaianya harus menggunakan aktifa lancar atau
pembentukan kewajiban lancar lainya. Sedangkan kecajiban jangka panjang ialah Adalah
semua kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu periode
akuntansi, yang akan dilunasi dengan menggunakan sumber-sumber yang bukan
digolongkan sebagai aktiva lancar. Utang jangka panjang ini, umumnya dibutuhkan
oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam merealisasikan
rencana-rencana strategis perusahaan, misalnya ; penambahan modal kerja
permanent, pembelian mesin-mesin atau aktiva tetap baru, perluasan pabrik,
akuisisi, afiliasi, pelunasan utang jangka panjang lain yang segera jatuh
tempo, dll.
3.2
Saran
Semoga makalah ini dapat membantu bagi
pembaca dan dapat memahami apa itu kewajiban dan dapat menggunakan makalah ini
sebagai mana mestinya.
Selain
itu pemakalah membukakan tangan nya untuk menerima kritik dan saran dari
pembaca, guna mencapai kesempurnaan makalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar